Ini Dia Startup Indonesia yang Sudah IPO!

Blog
startup indonesia yang sudah ipo

Di era industri 4.0 ini semakin marak kemunculan perusahaan-perusahaan startup di Indonesia. Banyak sekali berita-berita tentang tech dan bisnis yang membahas berbagai perusahaan startup di Indonesia.

Banyak juga headline yang memberitakan berbagai startup Indonesia yang sudah IPO. Namun, mungkin istilah startup Indonesia yang sudah IPO masih asing di telinga Anda. Apa sebenarnya IPO itu?

Yuk, kita kenali lebih jauh istilah IPO dan startup Indonesia yang sudah IPO supaya kita lebih paham lagi.

Apa itu IPO?

IPO mempunyai kepanjangan Initial Public Offering. Namun seringkali dalam pemberitaan hanya disebutkan sebagai IPO saja sehingga masyarakat masing bertanya-tanya apa, sih, sebenarnya IPO ini. Oke mari kita bahas lebih lanjut.

Initial Public Offering (IPO) erat kaitannya dengan Pasar Modal. IPO bisa diartikan sebagai penawaran umum yang mana perusahaan memberikan penawaran dan melakukan penjualan saham kepada masyarakat umum. Sederhananya, IPO mengarah pada satu masa di mana perusahaan pertama kali terjun di bursa saham Indonesia untuk menawarkan saham perdana kepada masyarakat luas.

Ketika perusahaan sudah IPO, berarti perusahaan tersebut yang awalnya tertutup menjadi perusahaan terbuka untuk publik karena IPO menjadi penanda sebuah perusahaan menawarkan saham pertama kali untuk dijual ke publik sehingga bisa dengan mudah dibeli oleh masyarakat dan menjadi sebuah instrumen investasi.

Mengapa Startup Berlomba-lomba IPO?

Saat kondisi pasar saham sedang kondusif dan sebuah perusahaan yang berkaitan sedang bertumbuh dan berkembang, tentu perusahaan tersebut akan membutuhkan pendanaan dalam rangka ekspansi bisnisnya maupun untuk pemenuhan biaya operasional. Nah, hal tersebutlah yang mendorong perusahaan berlomba-lomba untuk segera IPO yaitu untuk mendapatkan pendanaan atau modal dari investor yang berasal dari publik.

Saat ini banyak sekali startup-startup yang bermunculan dan sedang gencar mengembangkan bisnisnya. Perusahaan startup sedang mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang pesat membesarkan dan mengekspansi bisnisnya dewasa ini. Oleh karena itu, salah satu hal yang ingin dicapai untuk mewujudkan tujuan perusahaan tersebut yaitu IPO. Jika sebuah startup sudah IPO, maka startup tersebut sudah siap membuka peluang investasi bagi masyarakat luas yang ingin terlibat dalam pengembangan bisnis startup tersebut.

Terbukti banyak startup Indonesia yang sudah IPO sehingga bisa dikatakan bahwa berbagai bisnis startup sudah berhasil dan sedang melebarkan sayap untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan banyaknya startup Indonesia yang sudah IPO, artinya peluang masyarakat umum untuk berinvestasi di berbagai startup Indonesia pun terbuka lebar.

Syarat Startup IPO

Startup yang baru saja dibangun biasanya masih bersifat tertutup (perusahaan tertutup). Ketika mulai berkembang dan siap untuk ‘go public’, artinya startup tersebut sudah siap menjual saham kepada publik dan menjadi peluang investasi bagi masyarakat umum. Dengan begitu, pendanaan dari luar bagi perusahaan pun dapat mengalir dengan lancar sehingga startup tersebut berpotensi untuk semakin tumbuh dan berkembang.

Berikut syarat startup IPO:

  • Struktur organisasi perusahaan harus teratur dan lengkap. Sebuah startup yang ingin IPO harus memiliki struktur kepeminpinan yang jelas. Harus tertera jelas mulai dari perusahaan berbadan hukum PT, memiliki komisaris independen, adanya audit baik komite dan internal, dan ada sekretaris perusahaan. Untuk startup sendiri harus jelas mulai dari CEO dan orang-orang di dalam jajaran direksi, dan seterusnya.
  • Punya aset nyata minimal 100 miliar. Real asset bernilai minimal 100 miliar ini menjadi salah satu syarat utama untuk melakukan IPO. Dengan besaran aset yang sedemikian rupa, bisa menjadi jaminan bahwa startup tersebut mampu mengelola asetnya dengan baik sehingga ada jaminan juga bahwa modal yang akan didapat dari IPO pun mereka kelola dengan baik pula.
  • Syarat akuntansi dan keuangan terpenuhi. Startup sudah harus berjalan minimal satu tahun dan punya kalkulasi akuntansi dan keuangan yang benar-benar terkelola dengan rapi dan baik. Kemudian, harus terbukti startup tidak mengalami kerugian selama 2 tahun terakhir.
  • Syarat terakhir yaitu batas minimal saham IPO yang ditawarkan. Jumlah minimalnya yaitu 150 juta lembar saham dengan minimal angka pemegang saham yaitu 500 orang. Kemudian harga per lembar saham minimal Rp 100,- atau lebih baik di atas harga tersebut.

Daftar Startup Indonesia yang Sudah IPO

Saat ini banyak sekali startup yang sedang berlomba-lomba dan antri untuk melakukan IPO. Seringkali kita mendengar dan melihat berbagai cerita sukses startup Indonesia. Namun, apakah nama-nama besar perusahaan startup tersebut termasuk startup Indonesia yang sudah IPO?

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama-nama startup seperti Gojek, Bukalapak, dan Tokopedia. Ketiga startup yang merupakan unicorn dan decacorn tersebut mempunyai valuasi US$1-10 miliar sehingga bukan hal yang mustahil ketiga startup tersebut termasuk dalam perusahaan startup Indonesia yang sudah IPO.

Bukalapak sendiri merupakan salah satu startup Indonesia yang sudah IPO pada tahun 2021 dengan posisi harga sahamnya pada saat itu tercatat di BEI sebesar Rp850,-. Kemudian startup yang belum lama sudah mengumumkan IPO di BEI pada April lalu adalah GoTo, yakni pada peluncurannya terdapat saham gotong royong yang dibagi sebesar Rp310 miliar.

Fakta lain yang dikutip dari gopublic.idx.co.id berdasarkan BEI yaitu sejak 2017 hingga 2019, ada 8 startup Indonesia yang sudah IPO: Kioson (PT Kioson Komersial Indonesia Tbk.), Mcash (PT M Cash Integrasi Tbk.), NFC Indonesia (PT NFC Indonesia Tbk.), Passpod (PT Yeloo Integra Datanet Tbk.), DIVA (PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk.), HDI (PT Hensel Davest Indonesia Tbk.), Telefast (PT Telefast Indonesia Tbk.), dan Digital Mediatama Maxima (PT Digital Mediatama Maxima Tbk.)

Sedangkan banyak startup Indonesia yang berstatus unicorn sedang mengantri untuk IPO di BEI seperti dikutip dari databoks. Mereka adalah J&T dengan valuasi US$7.8 miliar, Traveloka US$3 miliar, OVO US$2.9 miliar, kemudian Tiket.com, Kredivo, Xendit, Kopi Kenangan, Akulaku dan Ajaib dengan nilai valuasi US$1 miliar.

Setelah sudah memahami istilah IPO dan daftar startup Indonesia yang sudah IPO, apakah Anda tertarik untuk beli saham dari jebolan-jebolan startup unicorn dan decacorn tersebut? Atau Anda masih menanti startup favorit untuk IPO? Jika tertarik untuk berinvestasi di perusahaan startup Indonesia yang sudah IPO, tetap pelajari resikonya juga, ya. Selamat berinvestasi dan salam cuan!

Tags :
Share This :
WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Halo, ada yang bisa kami bantu?