Apakah Perusahaan Wajib Menggunakan Objective Key Result OKR?

Contents

OKR menjadi sistem manajemen yang belakangan makin tren. Hal ini tak lepas dari banyak perusahaan besar dunia yang menerapkan OKR. Dalam artikel akan diulas mengenai definisi, manfaat hingga contoh OKR serta penerapannya,baca terus sampai bawah ya!

Apa itu Objectives and Key Results atau OKR?

OKR adalah singkatan dari “Objective Key Results.” Mengutip dari Workfront, OKR adalah sistem dan metodologi penetapan tujuan manajemen yang membantu memfokuskan upaya semua karyawan pada prioritas paling penting dalam perusahaan. OKR membantu menyelaraskan dan melibatkan semua orang di perusahaan dalam mencapai tujuan yang terukur.

Sejarah OKR

Meski baru banyak diaplikasikan selama dua dekade terakhir, OKR memiliki histori yang cukup panjang. Metodologi OKR diciptakan oleh Andy Grove, yang merintis perusahan Intel pada tahun 60an.

Pada masa itu, Andy mulai menerapkan cara management by objective di Intel. Kemudian saat John Doerr bergabung di Intel pada 1974, ia mulai mempelajari metode itu.

Setelah berhenti dari Intel dan bekerja sebagai konsultan, Doerr memperkenalkan filosofi tersebut kepada para pendiri Google pada tahun 1999 dan menyebutnya sebagai OKR.

Sejak itu, banyak perusahaan telah mengadopsinya OKR, termasuk Google, Allbirds, Apartment Therapy, Netflix hingga Gojek.

Manfaat OKR bagi Perusahaan

Ada banyak manfaat OKR bagi perusahaan. Setelah berhasil diterapkan, OKR dapat memberikan manfaat seperti:

  • Kesederhanaan dan penurunan kebutuhan akan sumber daya, waktu, dan pemeliharaan tambahan perusahaan
  • Prioritas, harapan dan tujuan selalu transparan kepada karyawan.
  • Fokus organisasi dan pribadi, motivasi dan produktivitas yang meningkat.
  • Karyawan individu dapat mengidentifikasi peran mereka dalam tujuan jangka panjang.

Perbedaan OKR dan KPI

Meski mirip, Anda perlu tahu beda OKR dan KPI (Key Performance Indicator). KPI lebih sebagai alat pengukur kinerja individu atau tim dalam mencapai sebuah target. Tak cuma mengukur performa, tapi juga sebagai pengukur keberhasilan perusahaan dalam memenuhi tujuan strategis maupun operasional. KPI umumnya diukur dalam periode harian, mingguan dan bulanan.

Sedangkan OKR merupakan kerangka kerja yang menetapkan sebuah tujuan (objective) disertai langkah-langkah spesifik serta mengukur pencapaian tujuan tersebut melalui sejumlah hasil utama (key results) sebagai tolok ukur.

OKR biasanya digunakan untuk menetapkan tujuan jangka pendek (triwulan), tetapi juga dapat digunakan untuk perencanaan satu tahunan.

Contoh Template OKR

Berikut contoh OKR triwulan yang dapat diaplikasikan pada divisi sales marketing dan public relation (PR).

objective key result untuk meningkatkan kinerja perusahaan
objective key result atau okr untuk mengukur dan evaluasi kinerja perusahaan

Apakah OKR Bisa Dijalankan Semua Perusahaan?

Proses OKR membantu mengubah ide bagus menjadi eksekusi hebat. OKR dapat memecahkan masalah dan tantangan penerapan bahkan pelaksanaan strategi dengan cara yang jelas bagi semua karyawan, transparan, dan terukur. Tapi tentu tak semua perusahaan cocok menerapkannya.

Menerapkan OKR pada bisnis kecil dengan jumlah karyawannya masih terbilang sedikit bisa menjadi pilihan, agar nantinya akan menjadi suatu budaya yang mengakar dan mampu diikuti oleh seluruh karyawan baru. 

Baca Juga: Rekomendasi 7 Aplikasi Chat Internal Kantor untuk Koordinasi & Kolaborasi Kerja Tim

Tapi sebuah perusahaan tidak disarankan menggunakan OKR jika:

  • Tidak memiliki lingkungan yang gesit untuk mengejar tujuan dengan pola pikir ramping. 
  • Terlalu banyak birokrasi berbelit
  • Karyawan cenderung merangkap jabatan
  • Budaya perusahaan tidak mendorong otonomi tim untuk membuat keputusan

Menerapkan OKR ke Dalam Organisasi Perusahaan

Menerapkan OKR ke dalam tim bukanlah tugas yang mudah, terutama jika belum pernah menggunakannya. Maka dari itu ada beberapa tips untuk menerapkan OKR dalam organisas:

  1. Mulai uji coba kecil. Tetapkan tujuan yang jelas untuk tim dan jalankan uji coba apakah akan berhasil atau tidak. Perlu diingat bahwa tidak semua departemen membutuhkan OKR.
  2. Mulai setiap triwulan (3 bulan): Mulai terapkan OKR setiap tiga bulan untuk memahaminya dan mengeksekusinya.
  3. Tetapkan 2-3 sasaran: Awal tahun adalah momen paling pas untuk membuat OKR. Tetapkan sasaran dan komunikasikan dengan tim agar semua siap.
  4. Periksa progress kerja: Sesekali periksa progress kerja dan lihat apakah perlu dilakukan penyesuaian ulang.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Latest Post
WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Halo, ada yang bisa kami bantu?