Human Resource

Productivity

People Development

HR Personalia

Task Management

Job Seeker

HRD 101: Tugas HRD, Fungsi, Skill yang Dibutuhkan hingga Jenjang Karir dan Gaji

Feb 13, 2022 | Uncategorized, Blog, Human Resource

Saat Anda melamar pekerjaan, tentu dalam seleksi pertama akan berhadapan dengan Human Resource Development (HRD) di perusahaan yang dituju. Sebab rekrutmen karyawan menjadi salah satu tugas HRD.  Namun, tugas HRD tak hanya terbatas pada merekrut karyawan lho. Nah bagi Anda yang penasaran dengan seluk beluk pekerjaan HRD artikel ini akan mengulas mulai dari tugas staff HRD, peran, skill yang dibutuhkan hingga jenjang karir dan gaji di posisi ini. 

Fungsi dan Tugas HRD

HRD yang merupakan singkatan dari Human Resources merupakan salah satu divisi dalam perusahaan atau organisasi yang memiliki tugas utama mengelola sumber daya manusia. Sehingga, tugas staff HRD adalah menangani hal-hal yang ada dalam lingkup karyawan, pekerja, manajer, demi tercapainya tujuan perusahaan. Dalam implementasinya, departemen HRD ini memiliki dua fungsi, baik internal maupun eksternal. Fungsi internal HRD umumnya meliputi perencanaan sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen, orientasi, pengembangan, manajemen kinerja, hingga penentuan gaji maupun insentif.

Di sisi lain, staff HRD juga memiliki tanggung jawab dalam hal pengadaan kegiatan pelatihan sumber daya manusia agar dapat bekerja sesuai dengan harapan perusahaan. Untuk fungsi eksternal HRD adalah memberikan layanan konseling di luar perusahaan bagi pekerja. Tentunya dalam pelaksanaan harus memperhatikan tingkat kemampuan dan juga kemauan berbagai pihak yang mengikuti konseling.

Tugas HRD

1. Administrasi personalia

Departemen HRD memiliki tugas utama dalam manajemen administrasi pekerja. Contohnya seperti manajemen kontrak, slip gaji, otorisasi, cuti sakit, cuti tahunan, absen karena bersalin dan lainnya. Pekerjaan administrasi ini memakan waktu serta membutuhkan tingkat koordinasi tim yang baik dengan seluruh tim, karyawan dan pihak berwenang untuk menghindari kesalahan dan masalah di kemudian hari.

2. Rekrutmen dan seleksi karyawan

Fungsi utama lainnya dari departemen HRD adalah menarik, menyortir, dan memilih talenta terbaik sesuai kualifikasi kebutuhan akan suatu posisi tertentu dalam perusahaan. Setelah para profesional melamar suatu posisi, langkah selanjutnya adalah meluncurkan proses seleksi untuk mewawancarai, mengidentifikasi dan memilih kandidat yang paling memenuhi syarat dan memiliki potensi terbesar. Proses rekrutmen dan seleksi karyawan sangatlah penting bagi perusahaan. Hal ini demi meminimalisir kesalahan memilih karyawan berkualifikasi rendah dan demotivasi kerja. Sebab jika harus memecat karyawan dan merekrut lagi yang baru menjadi proses yang panjang dan mahal. .

3. Manajemen kompensasi dan insentif

 Departemen HRD juga bertanggung jawab atas gaji dan tunjangan pekerja. Ini termasuk perhitungan tingkat upah yang sesuai untuk setiap posisi, dengan mempertimbangkan nilai yang mereka bawa ke perusahaan, gaji yang ditawarkan di pasar tenaga kerja dan parameter yang ditentukan oleh kesepakatan bersama. Tugas ini juga mencakup tinjauan gaji karyawan reguler, asuransi kesehatan, hingga ketentuan reimburse. Menjamin dan memenuhi harapan gaji karyawan adalah bagian penting dari tugas ini, untuk menumbuhkan motivasi dan kesejahteraan staf di dalam perusahaan.

4. Pengembangan iklim kerja yang positif

Iklim kerja merupakan salah satu faktor terpenting dalam perusahaan karena secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan dan produktivitas pekerja. Jika ada beberapa karyawan yang tidak berkontribusi dalam pencapaian tujuan perusahaan karena mereka tidak termotivasi, HRD idealnya menyediakan manfaat finansial maupun non-finansial bagi karyawan agar  mendukung kepuasan dalam bekerja.

5. Evaluasi kinerja karyawan

Mengevaluasi kinerja karyawan adalah tugas staff HRD lainnya. Kinerja setiap karyawan dan komitmen mereka terhadap perusahaan harus dinilai secara berkala.  Memiliki tujuan spesifik dan terukur serta sistem evaluasi yang telah ditetapkan sebelumnya sangat penting untuk proses ini.

6. Pelatihan dan pengembangan staf

Departemen HRD juga perlu memastikan pertumbuhan karyawan dan pengembangan keterampilan utama untuk masa depan perusahaan. Menyelenggarakan kursus, pelatihan, menetapkan jenjang karir dan promosi internal juga merupakan tugas staff HRD. Ini bukan hanya cara untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik, tetapi juga memaksimalkan potensi sumber daya manusia dalam perusahaan.

7. Hubungan perburuhan

Untuk meminimalisir konflik di kemudian hari, adalah tugas HRD untuk menangani masalah perburuhan dan bernegosiasi dengan perwakilan serikat pekerja (jika ada). Contohnya seperti melakukan mediasi antara pengusaha dan pekerja, mediasi antar karyawan jika terjadi konflik internal, negosiasi hak-hak karyawan dengan serikat pekerja atau pihak yang berkepentingan. Pada akhirnya, departemen HRD harus mengatasi konflik apa pun yang terkait dengan perusahaan, rekrutmen, kebijakan upah dan lainnya.

8. Kesehatan dan keselamatan kerja

 Perusahaan yang baik akan memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya. HRD memainkan peran penting dalam pembuatan dan penerapan kebijakan tersebut.

Skill yang Dibutuhkan untuk Profesi HRD

Bisa dipahami bahwa profesi HRD dibutuhkan tiap perusahaan untuk menjembatani hubungan antara karyawan dan atasan. Umumnya profesi HRD terbuka untuk mereka lulusan psikologi. Namun, banyak juga perusahaan yang membuka posisi HRD dari semua jurusan. Nah untuk Anda yang tertarik untuk terjun ke profesi ini, berikut beberapa skill yang dibutuhkan untuk menjadi staf HRD.

1. Kemampuan berkomunikasi dan negosiasi

Seorang staf HRD harus mampu mengekspresikan diri secara jelas, baik dalam komunikasi lisan maupun tertulis kepada semua posisi karyawan maupun pemilik perusahaan. Tapi selain itu, HRD perlu menjadi pendengar yang baik sehingga saat terjadi konflik, ia mampu mengadakan konsultasi, negosiasi dan meditasi sehingga konflik ini teratasi.

2. Paham hukum ketenagakerjaan

Ini adalah wawasan penting bagi HRD karena akan menjadi dasar setiap kebijakan yang diambil perusahaan terhadap karyawan. Di sini HRD perlu memahami UU ketenagakerjaan, kontrak kerja, skala upah, BPJS, pajak, hingga kebijakan cuti. Karenanya, seorang staf HRD harus terus update akan informasi ini.

3. Mengambil keputusan

Ada banyak pengambilan keputusan yang terlibat jika bergabung dengan departemen HRD. Seperti selama proses rekrutmen di mana harus memutuskan apakah pelamar cocok untuk peran tersebut atau tidak. Seorang HRD pun harus dapat memikirkan dampak keputusan tersebut dengan nilai-nilai perusahaan, agar ketentuan yang diambil tidak merugikan karyawan maupun pemilik perusahaan.

4. Keterampilan analitis

Turn over karyawan yang tinggi tentunya membuat lingkugan kerja tidak sehat. Dengan menggunakan keterampilan analitis, seorang HRD diharap mampu mengidentifikasi pola yang mungkin menyebabkan pergantian karyawan melalui umpan balik karyawan. Tak hanya soal turn over karyawan, kemampuan analitis juga diperlukan dalam menerjemahkan tujuan perusahaan ke dalam tindakan spesifik untuk mendapat hasil yang diinginkan.

5. Manajemen tim

Mampu mengkoordinasikan atau mengatur karyawan adalah keterampilan landasan lain yang perlu dimiliki Manajemen tim yang baik mengurangi konflik, meningkatkan kepercayaan karyawan pada perusahaan yang pada akhirnya meningkatkan iklim kerja secara umum.

Jenjang Karier dan Gaji

Sempat mengira bahwa menjadi HRD tidak memiliki jenjang karier? Jangan salah, ada kesempatan juga untuk HRD mengembangkan kariernya. Berikut jenjang karir dalam departemen HRD paling umum. 

  1. Recruitment Staff
  2. Payroll Staff
  3. General Affair Supervisor
  4. Training and Development Supervisor
  5. Business Partner, 
  6. Benefit Specialist
  7. HR Manager
  8. Chief HR Officer

Karier yang berkembang akan diikuti pula dengan gaji yang meningkat. Berdasar informasi dari Indeed.com dalam laporan data internal mereka, gaji profesi HRD ada di rata-rata Rp 6 jutaan per bulan.  Gaji seorang staff HRD ada di kisaran Rp 3 – 8 jutaan. Sedangkan posisi sebagai HR manager bisa mencapai Rp 16 jutaan.

Sebagai catatan, kisaran gaji tersebut dipengaruhi daerah maupun skala perusahaan dengan gaji HRD tertinggi berada di Jakarta. Itulah informasi mengenai seluk beluk tugas HRD hingga jenjang kariernya. Semoga bisa membuka wawasan Anda yang ingin mengetahui tugas staff HRD dan memulai karir di posisi ini!

 

Aplikasi Employee Self Service (ESS) untuk Efisiensi Perusahaan

Departemen HR terus mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi data, termasuk mengurangi dokumen fisik, merampingkan data karyawan, dan mengelola penggajian dan tunjangan. Tapi kini tak perlu pusing lagi, karena HR bisa memanfaatkan aplikasi employee...

Yang Perlu dipersiapkan Perusahaan jika Menerapkan WFA Selamanya

Semenjak pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang memutuskan untuk switch sistem kerja. Dari yang tadinya Work From Home (WFH), menjadi Work From Anywhere (WFA) selamanya. Menerapkan WFA terbukti tidak menurunkan kualitas dan kinerja karyawan, justru membuat karyawan...

Aplikasi Portal Karyawan untuk Pengelolan Data & Informasi Karyawan

Divisi HR pastinya akan memerlukan berbagai macam data karyawan, mulai dari alamat, background pendidikan dan lainnya. Karena akses database secara manual tidak begitu efektif, maka aplikasi portal karyawan kini banyak dilirik oleh perusahaan. Dengan aplikasi portal...
WeCreativez WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Halo, ada yang bisa kami bantu?